Strategi Marketing Properti Ditengah Pandemi Virus Corona

strategi bisnis ditengah pandemi

Sehingga 30 Maret, tercatat sebanyak 724. 565 kasus COVID-19 dengan korban wapat mencapai 34. 107 orang pada 199 negara di dunia. Di Indonesia, COVID-19 sudah menginfeksi sedikitnya 1 . 414 orang di mana sebanyak 122 orang wapat gara-gara penyakit menular itu.

Menciptakan inovasi produk berdasarkan keperluan adalah salah satu strategi bisnis untuk bertahan pada tengah pandemi. Permintaan masker kain yang meningkat semasa pandemi membuat banyak pemilik bisnis dari segala aspek banting setir menciptakan games yang diperlukan masyarakat. Pelaku bisnis makanan pun berganti menyediakan catering, hingga iced food yang dapat disimpan sebagai stok bagi afin de pelanggannya. Dengan memahami kebutuhan pasar yang sedang meningkat, dan berinovasi, anda jadi lebih mudah mempertahankan kelangsungan bisnis di tengah pandemi ini.

Oleh banyaknya orang yang mengkarantina diri, penggunaan media sosial menjadi semakin aktif hal ini karena media sosial adalah salah satu cara untuk tentu terhubung dengan banyak jamaah meskipun kita tidak dapat meninggalkan rumah. Hal ini dapat menjadi potensi yang bisa bisnis kamu manfaatkan dengan berkontribusi memberikan servis gratis selama periode tertentu, membantu orang-orang yang membutuhkan, atau memberikan konten positif yang bersifat memotivasi lalu menghibur. Pastinya jangan lupa untuk promosikan perbuatan baugs ini dengan media sosial untuk membantu membangun brand name kamu.

Waktu seperti ini adalah waktu yang tepat untuk benar-benar menunjukkan empati kepada orang yang lain dan membantu selagi kamu bisa. Kamu harus peka dan tidak terlalu memaksa dalam penjualan dengan proses hard selling, tetapi ini adalah peluang besar bagi brand kamu untuk menonjol dengan tetap aktif dan terhubung dengan audiences kalian di media sosial.

Untuk masih dapat bertahan di sedang pandemi ini, lanjut Tri, para pelaku brand diharuskan bisa mensiasatinya. Mulai dari fokus ke pemasaran electronic melalui website yang dibuat e-commerce, social media marketing, search engine, penjualan melalui marketplace lalu bentuk tim reseller tuk menjual produknya. Strategi digital marketing dan strategi distribusi dapat diterapkan juga buat menghemat budget promosi dan memperluas jangkauan bisnis. Wabah penyakit virus corona (COVID-19) yang melanda dunia semenjak awal tahun telah mengguncang kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Di tengah pandemi ini, tentunya para pelaku brand harus bijak dalam mengalokasikan dana campaign-nya. Dimana kreatifitas saat branding itu mutlak harus dilakukan, lebih disaat work from residence seperti ini.

Pemasar harus putar otak, buat bisa memasarkan produk ataupun jasa mereka ke konsumen, sebagai strategi brand bertahan ditengah pandemi virus corona. Para pelaku bisnis optimalkan pemasaran online dan electronic digital branding sebagai sarana kontak dengan target konsumennya. Dalam momen-momen kritis ini rasanya kita semua terkena dampak wabah virus corona. Toko-toko sepi, pusat perbelanjaan, bioskop, atau cafe-cafe kehilangan pengunjung karena semua mengunci sendiri di rumah masing-masing. Sebelum kita terdampak secara langsung, tentu kita harus memutuskan tindakan pencegahan.

Tidak merupakan hanya mengancam nyawa, wabah virus corona juga telah memukul banyak kelangsungan pekerjaan. Dalam situasi dan keadaan seperti ini mengatur cash flow merupakan hal yg harus diperhatikan oleh para pelaku UKM agar sanggup bertahan dan memiliki cashflow yang senantiasa positif. Usahakan agar bisnis senantiasa memiliki cash flow yang positif di tengah pandemi misalnya ini yaitu dengan memangkas biaya yang tidak perlu dan mengalokasikan untuk kebutuhan operasional bisnis agar masih bertahan dalam masa pandemi. Untuk mencapai tahap ini, butuh strategi dan schedule yang harus dipersiapkan sebaik dan serapi mungkin. Koalisi digital dengan iklan luar ruang akan sangat efektif untuk hal ini.